TUTANG : Windows Server 2003
Tags: Windows Server 2003
e-Book Windows 2003 Bagian 5
Alhamdulillah setelah sibuk dengan urusan keluarga, akhir Desember 2007 anak saya masuk RS selama 2 minggu, kemudian setelah anak saya keluar hari Rabu, pada hari Kamisnya ayah saya masuk RS, dan sampai akhirnya dipanggil oleh yang mahakuasa tanggal 18 Januari 2008 lalu.
Maka dari itu e-Book Windows Server 2008 belum sempat saya upload. Malam ini setelah istirahat dan menulis buat koran, saya upload e-Book Windows Server 2008 bagian ke 5. Semoga teman-teman maklum.
e-Book Windows Server 2003 Bagian 4
Bagian ini akan menjelaskan bagaimana DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) digunakan dan mengonfigurasi TCP/IP secara otomatis dan mengeliminasi beberapa masalah yang timbul. Dengan DHCP ini Anda tidak akan kesulitan memberi nomor IP Address untuk masing-masing client maupun server yang berhubungan dengan server utama. Karena semua alamat akan dikonfigurasi secara otomatis sehingga pemberian alamat akan cepat, mudah dan tentu saja akurat. Perlu juga diketahui apabila Anda memberi IP secara statik maka sangat mungkin akan terjadi bentrok IP. Hal ini sering ditemui karena kekurang tahuan administrator jaringan tentang manfaat dan kegunaan DHCP yang sebenarnya.
Masih berminat e-Book Windows Server 2003?
Saya punya e-book Windows Server 2003 bahasa Indonesia, sekitar 200 halaman. Apakah masih ada yang berminat? jika masih diperlukan akan saya upload. Mohon komentarnya ya.
Apakah Anda sudah Memanfaatkan News Server
News server merupakan aplikasi Internet untuk Internet news group atau semacam forum diskusi di Internet. News Server di Internet Information Services (IIS) 6 atau IIS 7.0, merupakan suatu layanan berbasiskan protokol News Network Transport Protocol (NNTP) yang bekerja secara default di port TCP 119.
Client menghubungi News Server menggunakan News Client misalnya Outlook Express atau program News Client lainnya.
1. Instalasi News Server
News Server merupakan Services yang dapat diinstall dari Windows Component melalui pilihan Add Remove Programs Control Panel dan Anda pilih NNTP Service.
2. Membuat News Site
Untuk membuat fasilitas News Site tersebut langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:
*
Buka Program Internet Information Services (IIS) Manager
*
Klik pada Default NNTP
*
Klik Virtual Server
*
Klik Kanan pada Newsgroup dan pilih New – Newsgroup.
*
Beri nama misalnya latih.com untuk News Group dan Klik Next untuk melanjutkan.
*
Isi keterangan pada Description dan isi nama pada Pretty Name
*
Klik Finish untuk mengakhiri pekerjaan Anda.
3. Setting News Client
Untuk jelasnya Anda bisa mengIkuti langkah berikut untuk mensetting News Client.
*
Buka Program Outlook Express dari menu Start
*
Klik Programs
*
Klik Outlook Express
*
Klik Menu Tools dan pilih Account.
*
Klik Tab News
*
Klik Tombol Add dan pilih News.
*
Isi nama Anda pada Display Name kemudian klik Next untuk melanjutkan.
*
Isi e-mail Address kemudian klik Next untuk melanjutkan.
*
Isi IP Address NNTP Server kemudian klik Next untuk melanjutkan.
*
Klik Finish apabila Anda telah selesai dan merasa yakin bahwa pekerjaan Anda sudah benar.
*
Klik Close pada Internet Account.
CATATAN:
Server Anda harus sudah disetting dan memiliki IP Addres atau dengan kata lain sudah menjadi DC atau group.
Ketentuan Setup Active Directory (1)
Ada E-mail yang dikirim ke saya beberapa hari lalu, bahwa dia tidak bisa Setup Active Directory, padahal hanya menggunakan 1 Server. Untuk itu saya akan sedikit sharing bahwa untuk membuat active Directory (DCPROMO) di MS Windows Server 2008 juga versi sebelumnya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
1. Apabila kita menggunakan 1 Server berarti Anda bisa langsung DCPROMO, jika tidak bisa berarti ada sesuatu yang harus diperika, umumnya berkaitan dengan hardware khususnya NIC. Jika NIC sudah terpasang, sambungkan kabel UTP atau media lain ke HUB atau Switch. Setelah itu baru Anda tentukan IP Address lengkap dengan alamat lainnya untuk Server tersebut. Sementara untuk lainnya misalnya untuk DHCP bisa ditentukan dan bisa juga belakangan.
2. Jika Anda akan menggunakan beberapa Server, jadikan 1 DC, sisanya bisa Additional dan bisa juga Child Domain tergantung keperluan. Namun apabila Domainnya berbeda Anda harus menggabungkannya sehingga bisa terintegrasi dalam jaringan.
3. Setelah Domain selesai di setup, Anda bisa membuat GPO, OU, User, dan lain-lain.
Bersambung)
Domain Controler Security Policy
Domain Controler Security Policy sangat penting sebagai pintu masuk bagi semua orang yang akan menggunakan Server, baik joint melalui Client maupun secara langsung. Peranan Domain Controler Security Policy ini sangat berpengaruh terhadap otoritas pemakai, oleh karena itu Windows 2003 sangat memperhatikan masalah security ini.
Microsoft Windows Server 2003 tidak memberikan toleransi bagi siapa saja yang akan menggunakannya. Sehingga sebelum Server Anda benar-benar dipublikasikan semua yang berhubungan dengan keamanan perlu didefinisikan terlebih dahulu.
Agar Anda bisa membuat User Account dan mengganti Password, maka setinglah Domain Controler Security Policy. Langkahnya adalah sebagai berikut:
1.
Klik Start
2.
Klik Programs
3.
Klik Administrative Tools
4.
Klik Domain Controler Security Policy. Setelah itu segera tampil kotak dialog Domain Controler Security Policy
5.
Klik dua kali Security Settings
6.
Klik dua kali Account Policies
7.
Klik Password Policy. Lakukan perubahahan pada pilihan tersebut dan apabila telah selesai melakukan keluar dari jendela Domain Controler Security Policy. Selanjutnya Anda lihat juga Domain Security Policy.
Domain Controler dan Domain Security Policy
Sebelum Anda membuat Users ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain Group Policy, Domain Security Policy, Domain Controler Security Policy. Domain Security dan Domain Controler Security Policy merupakan hal yang wajib Anda lihat sebelum Anda membuat Users Account. Karena jika di kedua Security ini tidak Anda lihat dan belum Anda seting kemungkinan besar Anda tidak akan bisa membuat User baru. Biasanya akan tampil pernyataan seperti gambar di sebelah ini.
Web Server di Windows 2003
Sebelum menambahkan komponen IIS, sebaiknya di NIC yang digunakan sudah terpasang IP Address, misalnya 192.168.55.110, begitu juga DNS dan lain-lain sudah Anda instalasi. Setelah itu baru Anda instalasi IIS lengkap dengan komponen lainnya.
Web Server di Windows Server 2003 atau Windows Server 2003 R2 menggunakan Internet Information Services 6.0 yang merupakan suatu layanan berbasiskan protokol HTTP (HyperText Transfer Protocol) yang bekerja secara default di port TCP 80 sedangkan untuk secure HTTP menggunakan SSL Port 443. Client menghubungi web server menggunakan HTTP Client atau web Client misalnya Internet Explorer. Client menghubungi Web server dengan memasukkan URL (Uniform Resource Locator) Address. Misalnya wss-id.org
Ada URL Address yang bisa digunakan Client:
*
Domain Name : http://wss-id.org
*
Nama Host : http://server atau http://server.wss-id.org
*
IP Address : http://192.168.55.110
IIS merupakan salah komponen Windows 2003 yang dapat diinstall melalui Windows Component di Add/Remove Programs Control Panel. Setelah itu Anda tinggal memberi tanda pada pilihan yang bersangkutan dan melanjutkan pekerjaan dengan mengikuti pernyataan yang ditampilkan program.
Apabila Anda akan membuat Web Server langkah yang harus Anda lakukan di Internet Information Services Manager adalah sebagai berikut:
1.
Buka Internet Information Services Manager dari Start – Programs – Administrative Tools.
2.
Klik kanan Web Site dan pilih New – Web Site
3.
Klik Next untuk melanjutkan. Isi deskripsi untuk web site tersebut dan klik Next.
4.
Masukkan IP Address dan TCP Port dan klik Next untuk melanjutkan.
5.
Masukkan home direktori untuk web site, lalu klik Next
6.
Biarkan pilihan Read dan Run Script, klik Next lagi.
7.
Klik Finish untuk mengakhiri pekerjaan Anda.
Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal lain yang perlu ditambahkan, hal ini tergantung web aplikasi yang akan digunakan.
(bersambung ke seting DNS)
Country Code Top Level Domain
Domain di Internet dapat diklasifikasikan menjadi dua kelas, yaitu gTLD (Generic Top Level Domain) dan ccTLD (Country Code Top Level Domain). Mendiang Jon Postel adalah seorang pelopor dalam pembentukan gTLD dalam sebuah konsep yang dituangkannya pada RFC-1591, Domain Name System Structure and Delegation dimana konsep tentang aspek pengelolaan sebuah TLD (Top Level Domain) diusulkan beberapa nama umum atau generic sehingga hingga kini lebih dikenal sebagai gTLD serta konsep dasar dalam pengelolaan TLD hingga sekarang masih digunakan sebagai tolok ukur standar.
Domain yang termasuk kedalam gTLD adalah domain yang berakhiran dengan kata .EDU, .COM, NETt, .ORG, .GOV, .MIL, dan .INT. Pada mulanya pengelolaan gTLD dilakukan oleh IANA yang kemudian mendelegasikan operasionalnya kepada Network Solutions Inc. atau InterNIC. Saat ini pengelolaan gTLD dikoordinir oleh ICANN dan beberapa registrar (yang terakreditasi oleh ICANN). Daftar lengkap registrar dan informasi tentang gTLD dapat diperoleh di situs ICANN (Rahardjo, 2002).
Sedangkan pada jenis domain Internationalized (Multilangual) Domain Names (IDN) ialah jenis domain yang mengacu pada karakter-karakter khusus (non romawi) seperti nama domain yang menggunakan: huruf Kanji, huruf Cina, huruf Arab dan sebagainya. Namun demikian, jenis domain ini masih dapat digolongkan pada jenis domain gTLD, karena memang IDN masih mengacu pada gTLD sebagai second-level domain nya.
Ruang nama domain merupakan suatu pengelompokan nama-nama hierarkis seperti dijelaskan pada Gambar berikut ini.
Gambar. Ruang nama domain dipisahkan menjadi level-level.
Saat ini domain yang sudah ada di dunia dan sudah digunakan oleh semua lembaga yang berkepentingan adalah:
*
COM : Organisasi komersial
*
EDU : Universitas dan institusi pendidikan
*
ORG : Organisasi nirlaba
*
NET : Jaringan (backbone pada Internet)
*
GOV : Organisasi pemerintah sipil
*
MIL : Organisasi pemerintah militer
*
XX : Kode negara berbentuk dua huruf
*
AC.ID : Digunakan dilingkungan pendidikan
*
CO.ID : Digunakan dilingkungan perusahaan dan bisnis
*
GO.ID : Digunakan dilingkungan intansi pemerintah
*
OR.ID : Digunakan dilingkungan organisasi
Server DHCP
Sebelum Anda menginstal server DHCP, Anda harus mengidentifikasi:
*
Persyaratan penyimpanan dan hardware untuk server DHCP
*
Komputer-komputer manakah yang dapat segera Anda konfigurasikan sebagai client DHCP untuk konfigurasi TCP/IP yang dinamis dan komputer-komputer manakah yang harus Anda konfigurasikan secara manual dengan parameter konfigurasi TCP/IP yang statis, termasuk alamat-alamat IP yang statis.
*
Tipe-tipe pilihan DHCP dan angka-angkanya ditentukan sebelumnya untuk client DHCP.
Sebelum Anda menginstal DHCP, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
1.
Akankah semua komputer menjadi client-client DHCP? Bila tidak, maka pertimbangkan bahwa client-client non-DHCP mempunyai alamat IP yang statis dan alamat IP yang statis harus dikeluarkan dari konfigurasi server DHCP. Kalau client memerlukan alamat yang spesifik, maka alamat IP perlu dipesan.
2.
Akankah server DHCP memasok alamat-alamat IP ke banyak subnet? Jika ya, maka pertimbangkan bahwa router apa saja yang menghubungkan subnet bertindak sebagai agen siar DHCP. Bila router Anda tidak bertindak sebagai agen siar DHCP, maka paling tidak satu server DHCP diperlukan pada masing-masing subnet yang mempunyai client DHCP. Server DHCP dapat menjadi agen siar DHCP atau router yang mengaktifkan BOOTP.
3.
Berapa banyak server DHCP yang diperlukan? Pertimbangkan bahwa server DHCP tidak memakai informasi bersama-sama dengan server DHCP lainnya. Oleh karena itu, memang perlu membuat alamat IP yang unik bagi setiap server yang diberikan ke client.
4.
Apa pilihan-pilihan pengalamatan IP yang akan diperoleh client dari server DHCP? Pilihan-pilihan pengalamatan IP menentukan bagaimana mengonfigurasi server DHCP dan apakah pilihan-pilihan itu harus dibuat untuk semua client di dalam internetwork, client di dalam subnet tertentu, atau masing-masing client. Pilihan-pilihan pengalamatan IP bisa berupa:
o
Default pintu gerbang
o
Server DNS
o
NetBIOS pada resolusi nama TCP/IP
o
Server WINS
o
NetBIOS yang menjangkau ID
Untuk menginstal server DHCP langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:
1.
Klik Start
2.
Di dalam Subcomponents Of Networking Services, pilihlah DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), klik OK
3.
Klik Next. Masukkan master Windows 2003 ke CD-Drive Anda. Setelah itu klik Continue. File yang diperlukan akan dikopi ke harddisk Anda
4.
Klik Finish untuk menutup Windows Components Wizard
Catatan:
Sangat dianjurkan bahwa Anda mengonfigurasi komputer server DHCP secara manual untuk memakai alamat IP yang statis. Server DHCP tidak dapat menjadi suatu client DHCP. Server DHCP harus mempunyai alamat IP yang statis, subnet mask, dan default alamat pintu gerbang.
Apakah perintah melalui command prompt sudah terlupakan?
Apabila Anda pengguna Windows 2000 atau 2003 server dan belum pernah mencoba membuat user account melalui command lain, ternyata jauh lebih cepat dan mudah. Caranya cukup klik run dan ketikkan CMD, setelah tampil command prompt ketikkan net user /add nama nama_user pass_word dan tekan enter.
*
Net user/add adalah perintah untuk membuat user account baru
*
Nama_user adalah nama account yang akan dbiuat
*
Pass_word adalah password untuk user tersebut.
Jadi apabila Anda akan membuat banyak user dan sedikit waktu yang tersedia, maka solusinya adalah dengan memanfaatkan command line. Memang selain membuat user account Anda juga bisa menggunakan command lain untuk menjalan suatu perintah. Kalau Anda ingat waktu MS-DOS dulu diperkenalkan Anda mungkin mengenal perintah seperti DIR, Delete, rename, copy, diskcopy, dan lain-lain. Sebenarnya perintah-perintah tersebut masih bisa digunakan. Hanya saja karena sudah terlena dengan Wizard, maka perintah-perintah yang ditulis dari command prompt sudah dilupakan.Cool
Sekilas Distributed File System
Dalam suatu jaringan biasanya memerlukan folder yang bisa dimanfaatkan oleh semua orang dalam jaringan. Memang dengan menggunakan fasilitas Sharing saja sudah bisa, namun tentu saja masalah yang berhubungan dengan security atau katakanlah keamanannya kurang terjamin. Untuk itu kita memerlukan suatu strategi yang jitu agar dokumen kita tidak bisa dilihat oleh sembarang semua orang. Microsoft Windows 2003 menyediakan fasilitas bernama DFS (Distributed File System). Untuk memanfaatkan DFS ini sebelumnya kita buat satu folder, kemudian buat folder tersebut menjadi Folder Sharing. Caranya klik kanan di folder tersebut, kemudian klik Share. Setelah itu atur permissionnya.
Sekarang jalankan DFS dari Administrative Tools, lalu pilih Distributed File System. Setelah itu segera tampil jendela Distributed File System. Klik Actions, klik New DFS Root, lalu klik Next, setelah itu akan tampil dua pilihan, yaitu Create a Domain Dfs Root dan Create standalone Dfs Root. Untuk ini Anda pilih Create a Domain Dfs Root. Kemudian klik Next, klik lagi Next, lalu ketikkan nama server yang sedang disetting atau klik tombol Browse dan biarkan computer mencari server yand dimaksud, klik Next, klik tombol drop-down di kolom Use an Existing share, lalu pilih nama folder yang sudah di Sharing, misalnya ARSIP, klik Next lagi. Langkah selanjutnya adalah menuliskan komentar untuk folder share tersebut dikolom Comment, setelah setelesai klik Next lagi dan klik tombol Finish.
Kiat Memilih "Hardware" Untuk Jaringan
Ketika kita akan mengimplementasikan suatu jaringan (network) komputer baik di kantor, sekolah, kampus ataupun membangun Warnet persoalan utama yang harus dipikirkan adalah kompatibilitas dengan program dan device, karena kalau tidak tepat atau asal-asalan dapat membahayakan kualitas dan realibilitas ketika piranti tersebut telah diimplementasikan. Oleh karena itu sebelum Anda mempertimbangkan untuk mengadakan hardware untuk jaringan masalah ini harus benar-benar matang, baik spesifikasi, kualitas, merk dan sebagainya.
Sebenarnya para vendor kelas atas sudah melihat kenyataan tersebut, tetapi untuk vendor-vendor tertentu yang kurang terkenal biasanya menciptakan produk dengan harga murah dan bisa digunakan. Namun tanpa mempertimbangkan kualitas dan kompatibilitasnya serta keawetan dari produk yang mereka jual. Tetapi untuk vendor dan perusahaan kelas atas yang mendevelop sistem selalu melihat bahwa kompatibilitas dengan program dan device serta kualitas sebagai pertimbangan utama. Sebagai contoh Microsoft Corp. menyediakan media informasi di websitenya yang berhubungan dengan semua produk yang mereka pasarakan, misalnya apabila masyarakat atau client akan mengimplementasikan network berbasis Microsoft Windows 2000, Microsoft menyediakan alamat http://www.microsoft.com/windows2000/default.asp, begitu juga dengan semua produk yang kompatibel dengan Microsoft Windows 2003 atau Longhorn juga tersedia di Website Microsoft. Jadi sebelum memutuskan membeli hardware untuk jaringan teliti dan cari informasi yang berhubungan dengan kebutuhan jaringan yang akan dipasang, setelah semua informasi mengimplementasikan jaringan lengkap baru merencanakan pembiayaan dan infrastruktur yang akan dibangun.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah sebelum menetapkan sistem operasi yang akan digunakan, Anda harus mencatat inventaris hardware dan software dari semua komputer client dan server yang dipakai pada jaringan dan memasukkan setting BIOS (Basic Input/Output System). Anda juga harus mencatat konfigurasi dari peripheral device, driver version, service pack (kalau menggunakan Microsoft Windows 2000 atau 2003), dan informasi perusahaan serta software lainnya. Selain itu, tentukan konfigurasi standar untuk server dan klien Anda. Hal ini meliputi pedoman untuk nilai-nilai minimal dan yang dianjurkan bagi CPU, RAM, hard disk, dan aksesoris seperti drive CD-ROM dan UPS (Uninterruptible Power Supplies).
Pastikan bahwa device jaringan, misalnya HUB atau Switch dan cabling, cukup cepat untuk memenuhi kebutuhan Anda. Bila jaringan tersebut nantinya akan digunakan untuk mentransfer data suara dan video, maka cabling dan switch harus sanggup menangani tuntutan bandwidth dari layanan tersebut. Beberapa pemakai yang jauh tidak banyak menghasilkan lalu lintas jaringan. Misalnya, seorang pemakai yang jauh bekerja dengan file-file Microsoft Word atau Microsoft Excel tidak menghasilkan lalu lintas jaringan ke routing dan remote access server sebanyak sistem-sistem database dan akunting. Oleh karena itu, kabel Category 3 10-Mbps yang dipasangkan dengan HUB atau Switch berkecepatan sama mungkin dapat diterima untuk beberapa situasi, sedangkan cabling dan device Category 5 100-Mbps mungkin diperlukan untuk aplikasi-aplikasi yang menghasilkan lebih banyak lalu lintas jaringan. Cobalah mencatat bandwidth yang tersedia selama penggunaan jaringan yang rendah, normal, dan tinggi.
Integrasi dengan sistem lain
Kebanyakan jaringan bersifat heterogen, yang berarti bahwa ada suatu campuran dari sistem operasi dan protocol jaringan. Misalnya, komputer-komputer yang menggunakan sistem operasi Microsoft Windows 2000, Microsoft Windows 2003 mungkin berinteraksi dengan mainframe host, sistem UNIX, semua Distro Linux atau sistem operasi jaringan lainnya. Dalam hal ini Anda sebagai enggineer atau sistem administrator harus berkonsentrasi pada persoalan-persoalan interoperability yang sangat penting selama perencanaan tersebut.
Sebagai contoh apabila Anda akan mengimplementasi sistem operasi Microsoft Windows 2000 Server, dimana sistem tersebut menawarkan layanan-layanan gateway ke sistem operasi lain yang membolehkan Anda untuk mengakses sumber daya jaringan. Gateway Service for NetWare, misalnya, membolehkan klien jaringan Windows 2000 menyelusuri hierarki-hierarki Novell Directory Services, memakai logon script Novell versi 4.2 atau yang lebih baru, dan membuktikan keasliannya dengan Novell server. Begitu juga apabila Anda akan menggunakan Unix atau Linux juga harus dipertimbangkan hal-hal tersebut.
Pertimbangan Protocol
Beberapa jaringan memakai berbagai protocol yang didasarkan pada kebutuhannya. Misalnya, jaringan Ethernet yang kecil dapat memakai NetBEUI sebagai protocol LAN ketika sedang memakai TCP/IP untuk konektivitas Internet. Selain itu, jaringan yang menyajikan baik Novell NetWare maupun Windows NT server bisa memakai IPX/SPX sekaligus TCP/IP. Biasakan selalu mengidentifikasi protocol-protocol yang dipakai pada jaringan yang aktual dan pertimbangkan apakah salah satu dari protocol tersebut dapat digantikan atau disingkirkan oleh Windows 2000 Server. Misalnya, jika Anda meng-upgrade klien yang memakai IPX/SPX dengan Windows 2000 Professional atau Microsoft Windows XP maka mungkin saja meniadakan pemakaian IPX/SPX pada jaringan Anda.
Windows 2000 dan Windows 2003 Server menyediakan TCP/IP protocol yang lebih mengutamakan fungsionalitas dibanding Windows versi sebelumnya. Anda harus memakai TCP/IP apabila akan menggunakan atau menginstalasi Active Directory dan memanfaatkan fasilitas-fasilitas tingkat tinggi pada Windows 2000 atau Windows 2003, oleh karena itu Anda mesti mempertimbangkan penyederhanaan jaringan Anda dengan memakai protokol TCP/IP saja.
Untuk melihat dan memilih protokol ini bagi pemakai sistem operasi Microsoft Windows 2000 Server atau Windows 2003 tidak akan kesulitan. Karena sistem operasi sudah menyediakan berbagai kemudahan untuk melihat dan memilih protokol tersebut. Ketika Anda menginstalasi sistem ini, maka secara otomatis hardware yang sudah terpasang akan dikenali dan ketika sistem ini menemukan kartu jaringan, maka secara otomatis *** akan diinstalasi protokol yang sesuai dengan jaringan Anda.
Dengan demikian untuk mengimplementasikan suatu jaringan, baik menggunakan sistem operasi keluarga Microsoft Windows atau Unix dan Linux yang harus dipertimbangkan adalah kompatibilitas hardware dengan program dan device, interasi dengan sistem operasi pendahulu, serta kemudahan dalam proses instalasi dan konfigurasi. Selain itu tentu saja yang harus dipilih adalah masalah kemudahan dan keamanan network yang dibangun tersebut juga menjadi petimbangan.
Yang tidak kalah pentingnya apabila infrastruktur jaringan sudah dibangun dan sistem operasi sudah terpasang baik di Server maupun di Client adalah memasang anti virus. Karena penyebaran virus dalam suatu jaringan yang terkoneksi ke internet sangat cepat dan tidak segan-segan menular dari satu client ke client lain dan dari satu server ke server lainnya.
Memanfaatkan Console Yang Sering Dilupakan
Console sangat bermanfaat untuk berbagai keperluan terutama
yang melibatkan banyak perintah. Sebagai contoh untuk membuat Group Polecy
dalam Sistem Operasi merupakan hal yang sangat penting dibuat, karena akan
menentukan tingkat keamanan dan pemakai atau user dari Server yang
bersangkutan. Sebenarnya banyak cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengamankan
suatu server dari berbagai gangguan, salah satunya adalah dengan membuat GPO
ini. Adapun langkah untuk membuat GPO ini bisa dilakukan dengan berbagai cara,
antara lain dengan memanfaatkan fasilitas MMC. Dari tombol RUN ketikkan MMC,
setelah itu Anda pilih Console, lalu klik Add/Remove SnapIn, klik Add, klik
Gorup Polecy, klik Add, klik tombol Browse,
klik tab All, klik misalnya Majalah, klik OK, klik Finish, klik Close,
klik OK. Kemudian Anda simpan dan berinama sesuai keinginan Anda.
Untuk melihat hasilnya klik Star, Administrative Tools, klik
nama Console yang Anda buat, mialnya Majalah, setelah itu segera Console yang
Anda buat tersebut sudah tampil. Selanjutnya klik Console Root, klik
kanan Majalah [nama_komputer_nama_server] Polecy, klik Properties, klik
Security.
Gambar 2. Mengamankan data dengan Group Polecy . Semakin
banyak kebutuhan suatu jaringan, maka GPO merupakan hal yang sangat penting
untuk dibuat.
Instalasi Print Server
Seperti halnya file, printer juga bisa dimanfaatkan secara
bersamaan oleh semua komputer yang terhubung ke jaringan LAN. Namun tentu saja
selain harus diinstalasi di Server di komputer Client pun harus Anda
diinstalasi
1. Instalasi Printer di
Server
Agar printer di Server bisa diinstalasi di Client tentu Anda
harus menginstalnya terlebih dahulu di Server. Setelah itu baru Anda
menginstalasi printer yang ada di server di masing-masing Client. Mengenai instalasi printer di client akan
dijelaskan nanti setelah ini.
Ada beberapa cara
yang bisa Anda lakukan untuk menginstalasi printer di komputer server ini.
Namun demikian Anda bisa mengambil salah satu yang menurut Anda paling mudah.
Untuk jelasnya berikut prosedur instalasi printer di Server yang umum
dilakukan.
* Klik Start
* Klik Programs
* Klik Administrative
Tools
* Klik Manage Your
Server
* Klik Add Printer.
Setelah itu akan tampil jendela awal Add Printer Wizard
* Klik Next untuk melanjutkan
* Klik Local Printer Attached to this computer dan klik
Automatically detect and install my Plug and Play Printer jika Anda sudah
memasang printer dan dalam keadaan ON di komputer Server tersebut
* Jika Anda belum memiliki printer klik Local Printer saja,
kemudian klik lagi Next. Kemudian ikuti semua petunujuk yang ditampilkan
program
* Kemudian Anda klik
Next dan tentukan port yang digunakan.
Gambar 1. Menentukan port yang digunakan
* Klik Use the following port
* Klik LPT1
* Klik Next. Setelah
itu akan tampil kotak dialog Add Printer Wizard
* Klik salah satu merk printer di kolom bawah Manufactures,
misalnya HP
* Klik salah satu jenis printer di bawah kolom Printers,
misalnya HP LaserJet 5P
* Masukkan master Windows 2003 Server ke CD-ROM drive
* Klik Next, kemudian
akan tampil kotak dialog Name your Printer
* Klik Yes
* Klik Next untuk
melanjutkan. Setelah itu akan tampil kotak dialog yang menanyakan kepada Anda
apakah printer tersebut akan di Sharing atau tidak
* Jika akan di Sharing klik Share As, lalu ketikkan nama
printernya, misalnya LaserJet 5P di kolom Share name tersebut
* Klik Next
* Ketikkan lokasi printer tersebut, misalnya Server di kolom
Location
* Ketikkan komentar untuk printer tersebut di kolom Comment,
misalnya Gunakan Printer ini dengan baik dan benar.
* Klik Next
* Ketika tampil pernyataan Do you want to print a test page?
Anda klik Yes apabila Anda akan mencoba printer tersebut dan No jika tidak.
Apabila Anda belum memiliki printer jawab No saja.
* Klik Next. Setelah itu akan tampil kotak dialog Completing the
Add Printer Wizard
* Klik Finish untuk
mengakhiri pekerjaan Anda. Biarkan program bekerja dan apabila tidak terjadi
kesalahan akan tampil printer baru di jendela Add Printer
2. Instalasi
Printer di Client
Untuk menambah
jumlah atau printer baru ke jaringan sehingga bisa dimanfaatkan oleh semua
pemakai komputer dalam jaringan, maka printer tersebut harus di Sharing. Prosedur
pembuatannya sama seperti yang telah saya jelaskan di atas. Hanya printer
tersebut belum bisa digunakan dari Workstation atau client. Untuk itu Anda
harus menginstalasinya dari masing-masing Workstation atau Client.
Prosedur yang harus
Anda lakukan adalah sebagai berikut:
* Klik Start Windows
* Pilih dan klik
Setting
* Pilih dan klik
Printer. Setelah itu program akan menampilkan deretan printer baik lokal maupun
di jaringan
* Klik dua kali ikon
Add Printer untuk menambah printer baru di jaringan. Setelah itu program akan
menampilkan kotak dialog Add Printer Wizard
* Klik Next untuk
melanjutkan. Setelah itu program akan menampilkan kotak dialog Add Printer
Wizard berikutnya
Gambar 2. Kotak
dialog Printer Add Printer Wizard dan menekan tombol Next.
* Klik Network
Printer
* Klik Next untuk
melanjutkan. Setelah itu program akan menampilkan kotak dialog berikutnya
* Klik tombol Next
untuk mengambil lokasi printer di jaringan. Setelah itu komputer akan
menampilkan kotak dialog Browse For Printer
* Klik dua kali Nama
Server Anda, misalnya SERVER01
* Klik salah satu
nama komputer yang ada di jaringan atau komputer yang dijadikan Server,
misalnya SERVER01
* Setelah Anda
menekan salah satu nama komputer, maka akan
tampil nama printer yang telah di Sharing
Gambar 3. Kotak
dialog Browse for Printer dan menampilkan nama server atau komputer lain dalam
jaringan dan printer yang telah di sharing.
* Klik Next untuk
melanjutkan. Maka setelah itu akan tampil kotak dialog Add Printer Wizard
berikutnya dan telah membawa nama printer yang akan diinstalasi
* Klik Next. Kembali
kotak dialog Add Printer Wizard akan menampilkan kotak dialog dan pada kolom
Printer name sudah tampak nama printer Anda
* Klik Next untuk
melanjutkan
* Pada saat kotak
dialog terakhir tampil klik tombol Finish untuk mengakhirinya
Catatan:
Pada saat Anda
menginstal printer untuk Client sebaiknya memperhatikan semua petunjuk yang
ditampilkan program.
Anda juga bisa
memasang printer menggunakan port UTP, tentu saja apabila Anda memiliki printer
yang sudah mampu digunakan secara sharing melalui Switch atau HUB dalam
jaringan.
Ada denting nada luka Yang mengalun sepi di relung hati Bila ingatan akan dirimu hadir mengusik 'Tlah kucoba melangkah menjauh darimu Melupakan beningnya tatap bola matamu Sayangnya ... aku tak pernah bisa Akh ... andai kau mau mendengar Alun kidung rindu yang kucipta Semua tentang kamu, hanya kamu
Rabu, 16 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar